Institut IMSYA Indonesia akan menyelenggarakan Seminar & Webinar Pendidikan Nasional yang menghadirkan dua topik penting seputar pengajaran bahasa Arab. Acara ini mengusung tema besar “Menjadi Pengajar Bahasa Arab Profesional dan Urgensi Bahasa Arab di Era Digital” dan akan dilaksanakan pada Jumat, 3 Oktober 2025 bertempat di Lantai 2 Masjid Imam Asy-Syafi’i, Pekanbaru, mulai pukul 08.00 hingga 11.20 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang pendidikan bahasa Arab, yaitu Abdurrahman Shobirin, M.Pd., C.ME., CTrQ dengan materi “Menjadi Pengajar Bahasa Arab Profesional Vol.2”, serta Dr. Dasman Yahya Ma’ali, Lc., MA yang akan membahas topik “Urgensi Bahasa Arab di Era Digital”. Kehadiran keduanya diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam, baik dari sisi peningkatan profesionalisme tenaga pengajar maupun dari sudut pandang relevansi bahasa Arab di tengah tantangan zaman digital.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia menyediakan sejumlah fasilitas, antara lain snack untuk semua peserta, dua e-sertifikat dalam satu acara, serta rekaman seminar yang bisa digunakan untuk pembelajaran lebih lanjut. Hal ini menunjukkan komitmen Institut IMSYA Indonesia dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas, tidak hanya bagi peserta yang hadir langsung tetapi juga bagi yang mengikuti secara daring melalui platform Zoom.
Pendaftaran dibuka mulai 19 September hingga 1 Oktober 2025 dengan biaya kontribusi sebesar Rp10.000,-. Dengan biaya yang sangat terjangkau, peserta sudah mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pakar bahasa Arab, memperluas jaringan akademik, serta memperoleh sertifikat yang bermanfaat untuk pengembangan diri maupun profesionalisme.
Melalui kegiatan ini, Institut IMSYA Indonesia berharap dapat memperkuat peran bahasa Arab dalam dunia pendidikan sekaligus mempersiapkan tenaga pengajar yang profesional, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Acara ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik dan akademisi yang siap menjawab kebutuhan era digital tanpa meninggalkan akar keilmuan yang kuat.